Tangisan Al-Qur’an


Andai Al-Qur’an bisa bicara, ia akan berkata :
“Waktu kau masih kanak-kanak kau bagai teman sejatiku, dengan wudhu’ kau sentuh aku,dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan keras, sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku, Apakah aku bacaan usang??
yang tinggal sejarah?
Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri aku menjadi kusam dalam lemari. Ber

Iklan
Dipublikasi di Tulisan | Meninggalkan komentar

Innalillah, Habib Munzir Almusawa Wafat


habib_munzir_almusawa

Guru Besar Al-Habib Munzir Almusawa dikabarkan meninggal dunia pada Ahad (15/9) sekitar pukul 15.15. Wafatnya Guru Besar pendiri Majelis Rasulullah ini dikonfirmasi oleh situs majelisrasulullah.org.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal guru kita alhabib munzir almusawa,”kutip situs tersebut. Saat ini, jenazah habib Munzir disemayamkan di Komplek Liga Mas Pancoran, Jakarta. Habib Munzir akan disholatkan di Masjid Raya Al Munawar, Pancoran.

Sejumlah tokoh mendoakan habib berkarisma itu. Arifin Ilham menulis dalam akun facebook-nya kalau habib munzir telah wafat di RSCM Jakarta Pusat.

“Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa almarhum, maafkan seluruh kesalahan almarhum, terimalah amal ibadah almarhum, terimalah almarhum sebagai hambaMu mulia disisiMu, luaskan lapangkan kuburan almarhum, jadikanlah kuburan almarhum taman diantara taman SyurgaMu, berilah kekuatan iman, kesabaran dan hikmah bagi keluarga almarhum dan kami sebagai sahabat dan murid almarhum…aamiin”.

Dipublikasi di Tulisan | Tag | Meninggalkan komentar

Arti Seorang Ibu


Arti Seorang Ibu – Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, di temani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

 
Si Ibu bertanya : ” Itu burung apa yang berdiri di sana ?? “
 
Si Anak Menjawab : ” Bangau Mama … ” (dengan sopan).
 
Tak lama kemudian Si Ibu bertanya lagi …
 
Si Ibu : ” Itu yang warna putih burung apa ? “
 
Sedikit kesal Anaknya menjawab : ” Ya bangau Mama ? … “
 
Kemudian ibunya kembali bertanya : ” Lantas itu burung apa ? ” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang…
 
Dengan nada kesal Si Anak menjawab : ” Ya bangau mama. kan sama saja ! .. emanknya mama gak liat dia terbang ! “
 
Air menetes dari sudut mata Si Mama sambil berkata pelan : ” Dulu 26 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yang sama untuk mu sebanyak 10 kali, … sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali … “
 
Si anak terdiam … dan memeluk mamanya.
 
Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang Mama kepada kita ?
 
Sayangilah Mama/Ibu-mu dengan sungguh-sungguh karena Surga berada di telapak kaki Ibu.
 
Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.
 
Dan teruskan kepada Orang-orang yang perlu membaca renungan ini.
 
Pernah kita ngomelin Dia ? ” Pernah ! “
Pernah kita cuekin Dia ? ” Pernah ! “
Pernah kita mikir apa yang Dia pikirkan ? ” nggak ! “
Sebenernya apa yang dia Pikirkan ? ” Takut “
– Takut tidak bisa melihat kita senyum, nangis atau ketawa lagi.
– Takut tidak bisa ngajar kita lagi
 
Semua itu karena waktu Dia singkat …
 
Saat mama/papa menutup mata. Ga akan lagi ada yang cerewet …
 
Saat kita nangis manggil-manggil dia, apa yang dia bales ? ” Dia cuma diam ” 😦
 
Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : ” Anakku jangan menangis, mama/papa masih di sini. Mama/papa masih sayang kamu. “
 
Dipublikasi di Tulisan | 1 Komentar

Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian


Eramuslim.com

Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.

Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.

Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk “Kepada Saudariku Para Muslimah”;

Ditengah serangan Israel ke Libanon dan “perang melawan teror” yang dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS.

Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.

Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian.

Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.

Perangkap Setan

Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.

Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.

Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.

Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.

Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.

Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.

Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.

Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.

Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.

Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.

Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.

Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !

Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.

Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.

Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.

Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.

Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.

Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.

Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.

Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang. Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.

Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !.

Dipublikasi di Tulisan | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Mendeteksi Virus Liberal


Sangat menarik untuk dibaca.. itu rekomendasi saya untuk tulisan bang Dinar Zul Akbar ini.. di zaman sekarang yang penuh dengan fitnah, Bang Dinar menjelaskan dengan lugas tips-tips untuk mendeteksi salah satu virus yang kelihatannya cantik tapi sangat mematikan, yaitu virus liberalisme..

silakan disimak..!!

Mendeteksi Virus Liberal

Oleh Dinar Zul Akbar

Coret-coretan kali ini hanyalah sebuah penelitian yang biasa aja, gak sama sekali ngelibatin IPB, BPPOM, atau bahkan Kemenkes sekalipun, pokoknya nggak, sama sekali nggak. Suwwer.. Karna ditakutin cuman nambah permasalahan yang emang udah ngejelimet. Jadi nanti jangan maksa ane Gan, buat ngumumin siapa-siapa aja samplenya.

Oke, kita fokus lagi, Virus liberal ini menurut yang ane denger udah ngejalar ke berbagai pelosok di seluruh nusantara, bahkan sampe masuk tuh ke gang-gang sempit di Ibu Kota yang banyak comberannya. Buat ngebedah apa aja sih gejala-gejala bagi orang yang kena ni virus. Ada baeknya kita langsung aja masuk ke pembahasan tentang hal yang tadi kita udah sebut.

(NB : Yang sabar bacanya, maklum namanya coret-coretan jadi agak panjang dan ngejelimet.)

Biasanya awal-awal pada pasien yang kena nih virus adalah kejangkitnya PANU (Pake Hawa Nafsu). Nah, nafsu ini tokoh sentralnya. Ibarat Cintra Fitri, ini yang jadi Farrelnya. Pokoknya gak bakalan asik dah nonton cinta Fitri kalo gak ada Farrelnya (ini kata tetangga ane Gan, jadi jangan mikir ane nonton sinetron begituan). Sama kayak mereka ngomongin agama gak bakalan asik kalo gak pake hawa nafsunya. Karna mereka berbasis hawa nafsu, maka jargon utamanya adalah Kebenaran harus bersifat relatif bukan mutlak. Emang dah udah kebangetan pinter nih manusia sampe-sampe Nilai Kebenaran disama-in kayak kegantengan serba relatif. Mulai dah muncul pluralisme yang kalo kata da’I sejuta Umat Pluralisme ibarat toge, gado-gado campur, ketoprak ikut, kredok masuk. Dan yang namanya toge pasti bengkok gak pernah lurus. Dengan argumen keliatannya keren, ilmiah, mutakhir mereka menganggap semua agama sama. Wah wah wah, kalo semua agama terus yang ntar tinggal di neraka siapa dong??. Mereka menggunakan prinsip ilmu perbandingan agama. Bayangin Gan, agama dibanding-bandingin, kayak harga cabe aja.

Emang kebangetan juga dah ah orang-orang liberal urusan agama pake dibawa ke hawa nafsu segala . Pokoknya mirip banget dah sama apa yang Allah bilang dalam surat al jatsiyah 23 baca aja sendiri . Biasanya Ngomongnya tuh kayak gini kalo udah ngebahas masalah agama “menurut saya, bagi saya, kalau saya liat, saya,, saya,, saya,,”. Hufht Udah stress kali nih orang. Muncul juga paham bela aliran sesat, lantaran kebenaran relatif tadi. Dengan bilang Oh ini kan hanya masalah perbedaan/khilafiyah/tafsiran. Urusan buang hajat juga kebebasan bahkan hak asasi. Tapi kalo sampe ada orang buang hajat dirumah kita persisnya di teras rumah kita, udah gitu berantakan lagi bahkan ngotot gak mau pindah lantaran dia nganggep ini rumahnya sendiri, apa iya itu yang disebut kebebasan. Terus udah gitu kita coba untuk ngusir tuh orang yang tadi buang hajat, apa iya disebut penindasan, gak toleran, gak menghargai hak-hak orang. Pokoknya semua orang dikasih kebebasan yang sangat lapang dalam hal beragama. Seandainya ada orang yang ngaku Islam tapi nyembah mesin giling pun bisa aja diterima sama mereka.

Karena because udah kena PANU tadi, mereka terrruuus aja ngeklaim ngebela hak asasi manusia. Yang sebetulnya itu cuman akal-akalan mereka aja yang intinya mereka gak mau hak asasi atau lebih tepatnya hawa nafsu mereka dibelenggu. Padahal agama sepengetahuan ane kan isinya aturan semua, ya kan?? Begitulah tabeat mereka gak mau diatur sama agama. Karna itu tadi mereka berbasis bahwa diri mereka milik mereka sendiri. Lha mana bisa kayak gitu, orang kita naek motor aja bisa ditilang gara-gara gak pake helm.

Misal ada dialog si A dengan pak Polisi:

A : “Pak polisi, bapak koq nilang saya?”

Pak Polisi : “iya, kamu kan gak pake helm, kan udah ada aturannya supaya kamu gak terlalu parah kalau-kalau ada kecelakaan.”

A : “lha, kan kepala, kepala saya Pak, ada urusan apa bapak sama kepala saya, toh kepala saya yang bocor,bukan kepala bapak kalo emang nanti kecelakaan!”

Pak polisi : (diam dan langsung meninju muka orang tadi)

A : “lho koq bapak mukul saya sih pak?”

Pak Polisi : “Lha tangan, tangan saya, terserah saya dong mau diapain.”

Itulah hakikat aturan, untuk menyelamatkan. Coba kalo didunia ini gak ada aturan semua orang dibiarin bebas. Apa gak rusak nanti semuanya. Lagian Apa iya ada yang namanya hak manusia jika kita manusia udah dihadepin vis a vis sama Allah? Toh diri kita aja punya Allah, tentunya Allah yang lebih berhak terhadap diri kita daripada diri kita sendiri. Bener gak?

Lanjuts ya…

Gejala kedua abis PANU tadi, biasanya tuh manusia-manusia tadi pada keseringan ASAMURAT (Aksinya Selalu Memuji Barat). Nah, ini sama rusaknya sama gejala yang pertama. Sebenernya wajar sih ya, mereka pada muji barat. Karna emang mereka-mereka yang jadi amir ini jama’ah banyak yang belajar agama Islam di barat. Bayangin aja, belajar Islam di negeri non Islam. Wah kacau dah.. Kalo mau diibaratkan ini kayak PSSI yang ngirim pemain timnas U23 belajar bola di Timor Leste, terus yang ngajar nendang bola orang-orang yang pada ngangon sapi disawah. Bahkan Luthfi Assyaukani salah seorang gembong Liberal di Indonesia yang kucinta, pernah sesumbar ngomong di media tentang Indahnya belajar Islam di Barat. Menurut gosip jalanan yang ane denger, katanya mereka ngaku bahwa susah ngedapetin beasiswa dari Timur Tengah. Tapi tau dah bener apa nggak.

Masih gejala ASAMURAT. Mereka selalu maksa umat islam supaya berkaca pada barat. Yang kata mereka jadi maju gara-gara berbondong-bondong ninggalin agama mereka. Mereka itu persis kayak lagunya Neo yang judulnya BORJU. Pokoknya kebarat-baratan jelas gak cukup kalo bawa duit ceban, belagu sok tau dsb, dsb. Harusnya tuh mereka lebih jelas kalo mau ngaca. Barat kalo emang mau dibilang “maju”, harusnya diliat juga sisi moralnya mereka. Mao maju tapi gak pake baju. Gitu dah prinsip mereka mending gak sholat daripada mokat. Naudzubillah..

Demokrasi gaya barat udah kayak berhala disembah-sembah, diagung-agungkan. Padahal kayaknya malaikat gak nanya tuh pengertian demokrasi kayak apa pas nanti di alam kubur. Pokoknya harus begini, kalo gak begini gak demokratis. Sebenernya justru biang korupsi di Indonesia adalah demokrasi tadi. Banyak calon-calon pejabat yang keluar modal gede, buat iuran ke parpol, sekalian juga buat nyogok rakyat. Terus Banyak juga pilkada jadi anarkis gara-gara calonnya kalah. Kalo udah kayak begini ane ngusul Pak Presiden supaya parpol yang anarkis pas di Pilkada apa lagi yang korup mending dibubarin aja. Biar konsisiten Pak, sama omongan Bapak.

Setelah keseringan ASAMURAT, gejala yang selanjutnya nguntub (red. bahasa betawi artinya timbul) adalah KUTIL (Kurang Teliti). Ngomongnya lagi-lagi kesannya ilmiah. Tapi isinya cuman omong kosong. Pernah ada segerombolan orang yang ngaku dari SETARA yang dikomandoi oleh Hendardi. Ngebuat RISET tentang murid-murid SDIT bakalan jadi calon teroris. Silahkan tanya mbah google aja mengenai ini. Mereka bilang masyarakat Indonesia harus hati-hati karna murid-murid SDIT ini sedari kecil udah diajarin lagu perjuangan Palestina. Yang menurut mereka mengandung unsur Radikalisme. Liat aja tuh KUTIL banget kan? Kalo gitu apus aja Gaaruda di dadaku. Karna bisa aja kan ada orang Indonesia yang nonjok orang Malaysia gara-gara lagu tadi. Lagu Indonesia Raya aja bisa bikin orang benci sama negara Malaysia lantaran Malaysia ngaku-in batik, keris, wayang, Manohara, dsb.

Masih SETARA yang katanya melakukan riset ilmiah. Lembaga yang dibikin sama Abdurrahman Wahid. Mereka juga ngeklaim bahwa umat Islam gak toleran dengan comot data-data yang acak-acakan dan gak lengkap. Kasus cikeuting dsb dijadiin acuan. Akhirnya ormas-ormas Islam yang selama ini merangin maksiat, permurtadan plus aliran sesat dianggap biang dari kekerasan agama itu sendiri. Disebutin dari mulai FPI, bahkan sampe ke Masyumi. Cari aja di google pake key word Hasil riset SETARA radikalisasi agama. Intinya yang keras itu ya ISLAM. Kasus-kasus umat Islam yang ditindas, dilukai perasaannya sama sekali gak di teliti sama mereka.

Lanjut lagi ya, gpp kan..

Gejala KUTIL ini juga diikuti oleh gejala yang sama parahnya yakni ASMA (Asal Mangap) pada diri mereka. Wah, kalo kasus yang ini mah udah banyak banget contohnya. Ada yang bilang Homo Lesbi halal-lah, terus malah mengharamkan poligami kayak model-model Musdah Mulia. Jilbab, jenggot, rajam, qishosh bukan syariat Islam-lah kayak model Ulil Anshor Abdalla baca Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam (Kompas, 18 September 2002). Lia Eden pake disamain posisinya kayak Nabi Muhammad-lah kata Luthfi Assyaukani pas sidang MK. Bahkan ada orang Liberal ane lupa namanya bilang perzinaan kalo didasari suka sama suka itu sesuatu yang halal. Banyak contoh-contohnya tapi berhubung khawatir ente pada kabur lantaran kebanyakan atauwa pada kesel sendiri dirumah. Mending cari aja di google nafsi-nafsi (red. sendiri-sendiri) dirumah masing-masing. Parah dah ah rahangnya kayaknya harus dikencengin tuh pake martil.

Masih sabar ya, tenang aja ini gejala yang terakhir…

Gejala-gejala tadi yang udah kita bahas akan berdampak besar sehingga menimbulkan ekskalasi serta komplikasi ditambah kontraksi sehingga menyebabkan timbulnya AIDS (Anti Islam Dengungkan Sekulerisme) pada jiwa-jiwa kosong mereka. Islam Yes Partai Islam No, ini satu mantra yang sering banget di wirid-in ama nih jama’ah sampe-sampe jadi trending topic di kalangan mereka orang-orang Liberal. Mereka sih keliatannya ninggi-in Islam dengan ngebacot di masyarakat banyak “agama (Islam) kita letakkan posisinya yang paling tinggi dalam kehidupan”.

Ya, saking tingginya tuh posisi agama sampe-sampe gak bisa nyentuh sendi-sendi kehidupan yang laen (woi parraah ajja). Sama dah kayak kita yang demen banget naro (red. Bahasa betawi artinya meletakkan) Qur’an di atas pojok lemari. Sampe bedebu, bahkan sampe ada sarang laba-laba gonggonya. Intinya mereka itu justru menjarain kekuasaan Agama. Intinya agama Cuma ngurusin orang-orang yang laper. Negara gak berhak ngurusin orang-orang yang pada murtad, sesad, dan maksiad. Semua serba antro-sentris bukan teo-sentris. Apa yang menurut manusia bener dianggap bener. Kalo istilah kerennya kata Prof Naquib Al Attas Man is deified and Deity humanised. Manusia di Tuhankan, dan Tuhan dimanusiakan. Agama secara institusi Cuman dikasih ruangan yang kecil di dalem rumah kehidupan kita yang lumayan gede. Kondisinya mirip ama (maap yak) WC kalo kita coba bayangin (tapi jangan dah, jangan dibayangin). Oya, hak cipta atas mantra tadi adalah Pak Nurcholis Madjid yang udah lama meninggal. Dia itu yang ngediri-in yayasan Paramadina. Yang salah satu cabangnya adalah Univ Paramadina Jakarta.

Itulah beberapa karakteristik gejala penyakit manusia-manusia liberal. Yang anehnya justru sering diwawancara-in sama media buat ngelukisi-in islam itu kayak apa sih? Kalaulah anda menemukan gejala-gejala diatas pada diri anda segera datangi ustadz terdekat, ustadz-ustadz yang masih istiqomah dan tidak teracuni virus liberal tentunya.

Wallahu a’lam.. Dan Allah jualah yang lebih tau..

Alhamdulillah selesai juga…

Dipublikasi di Tulisan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Jika Ali bin Abi Thalib membenci Abu Bakar dan Umar kenapa dia memberi nama anaknya Abu Bakar dan Umar?


Jika suatu saat nanti Anda mendengar atau mendapati seseorang melaknat Umar, tanyakan kepadanya,
Umar siapa yang anda maksud? :
Umar bin Ali bin Abi Thalib? (Anak Ali bin Abi Thalib)
Umar bin Hasan bin Ali? (Cucu Ali bin Abi Thalib)
Umar bin Hussein bin Ali? (Cucu Ali bin Abi Thalib)
Umar bin Ali Zainul Abidin bin Hussein? (Cicit Ali bin Abi Thalib)
Umar bin Musa Al-Kazhim? (Keturunan ke 6 Ali bin Abi Thalib)
Silakan pilih Umar mana yang anda maksud…
Jika Anda mendengar seseorang mengatakan, “Aisyah adalah penduduk neraka, Aisyah berada dalam neraka,” tanyakan kepadanya,Aisyah siapa yang anda maksud? :
Aisyah binti Ja’far Shadiq? (Keturunan ke 5 Ali bin Abi Thalib)
Aisyah binti Musa Al-Kazhim? (Keturunan ke 7 Ali bin Abi Thalib)
Aisyah binti Ali Ar-Ridha? (Keturunan ke 8 Ali bin Abi Thalib)
Atau Aisyah binti Ali Al-Hadi? (Keturunan ke 11 Ali bin Abi Thalib)
Jika Anda mendengar seseorang melaknat Abu Bakar dan mencapnya sebagai zindiq (atheis), tanyakan kepadanya,Siapakah yang anda maksud? :
Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib? (Anak Ali bin Abi Thalib)
Abu Bakar bin Hasan bin Ali? (Cucu Ali bin Abi Thalib)
Abu Bakar bin Hussein bin Ali? (Cicit Ali bin Abi Thalib)
Abu Bakar bin Musa Al-Kazhim? (Keturunan ke 7 Ali bin Abi Thalib)
Jika Ali bin Abi Thalib membenci Abu Bakar dan Umar kenapa dia memberi nama anaknya Abu Bakar dan Umar? Jika Ja’far Shadiq adalah seorang tokoh mereka kenapa dia memberi nama anaknya Aisyah?
(Fimadani.com)

Dipublikasi di Tulisan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Pesan Sahabat Tentang 3 Hal


Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak boleh kembali :
1.Waktu
2.Kata-kata
3.Kesempatan.

Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang :
1.Kemarahan
2.Keangkuhan
3.Dendam.

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang :
1.Harapan
2.Keikhlasan
3.Kejujuran.

Ada 3 Hal yang paling berharga :
1.Kasih Sayang
2.Cinta
3.Kebaikan.

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti :
1.Kekayaan
2.Kejayaan
3.Mimpi.

Ada 3 Hal yang membentuk watak seseorang :
1.Komitmen
2.Ketulusan
3.Kerja keras.

Ada 3 Hal yang membuat kita sukses :
1.Tekad
2.Kemahuan
3.Fokus.

Ada 3 Hal yang tidak pernah kita tahu :
1.Rezeki
2.Umur
3.Jodoh. TAPI,

ada 3 Hal dalam hidup yang PASTI, iaitu :
1.Tua
2.Sakit
3.Kematian.

Semoga jadi bahan renungan..

Dipublikasi di Tulisan | 1 Komentar

Renungan Menjelang Tahun Baru bagi Muslim


Renungan dan Pertanyaan yang Silakan Anda Jawab, Renungkan dan Taruhlah Pilihan …

Memilih Menjaga Shalat atau Memilih Begadang Semalam Suntuk?

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.
Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.
Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[11]
Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”[12]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.
Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14] Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.

Memilih Begadang yang Sia-Sia?

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

Merayakannya dengan Zina?

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17]

Teganya Mengganggu Muslim Lain?

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[18]
Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[19] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!

Jadi Saudara dan Temannya Setan dengan Hidup Boros?

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)
Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”[20]

Sia-Sia Waktu dan Umurmu

Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [21]
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.
Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[22]
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]
Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru. Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.

Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.

Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”[4]

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan benar-benar nyata saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda, ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[5][6]

Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)

Selengkapnya baca di rumaysho.com:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2844-10-kerusakan-dalam-perayaan-tahun-baru-.html

Dipublikasi di Tulisan | Tag , , | Meninggalkan komentar