Ulama Jadi Penentu Pertempuran 10 November 1945


Tanpa Ulama tak akan ada pertempuran dasyat 10 November 1945.

Ada yang menarik dalam pameran foto bertajuk “Dibalik Pertempuran Arek-arek Surabaya 10 November 1945″. Pameran yang diselenggarakan PC GP Ansor Surabaya di Atrium Royal Plaza, 5-11 November mendatang, menampilkan foto-foto yang belum banyak dikenal masyarakat umum.

Dalam pameran tersebut, sejumlah rekaman gambar yang dipajang banyak membuat decak kagum para pengunjung yang hadir. Pasalnya, peran ulama dalam peperangan yang menelan korban ribuan jiwa tersebut justru sangat kental.

Namun, selama ini tidak pernah terekspose baik melalui media maupun kurikulum yang di ajarkan di lembaga-lembaga resmi milik pemerintah. “Saya baru tahu ada foto-foto ini, ternyata peran santri dan ulama sangat kental, terbukti ada Resolusi Jihad yang ternyata menjadi motivasi utama pertempuran 10 November. Kok dalam sejarah ndak ada ya,” ujar salah satu pengunjung saat melihat foto KH Hasyim As’ayari memimpin rapat sebelum resolusi dikeluarkan.

Foto- foto yang menggambarkan perundingan dan tokoh-tokoh ulama berkait dengan keluarnya Resolusi Jihad pun mengundang kekaguman para pengunjung. Tak hanya foto-foto lawas yang ditampilkan panitia, beberapa foto-foto masa kini pun dipajang dengan harapan menjadi motivasi bagi generasi penerus yang menyaksikan pameran tersebut.

Pameran yang nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai untuk anak TK, bedah buku, dan disuksi tersebut kemarin dibuka Wakil Katib Suriah PWNU Jatim, dr Mohammad Tohir. Hadir dalam pembukaan putra kandung Pahlawan Surabaya Bung Tomo, Bambang Sulistomo, dan keluarga almarhum KH Hasyim Latief selaku Komandan Laskar Hizbullah, Jombang.

Dalam sambutannya, dr Mohammad meminta agar generasi muda NU wajib menyerukan pencatatan sejarah tentang Resolusi Jihad NU. Selain itu, generasi muda saat ini juga harus berjiwa patriotisme dan nasionalisme. “Ketika ada tersangka korupsi, hanya sesaat dilupakan, selanjutnya malah bisa mendapat jabatan lagi. Sementara, pahlawan yang melahirkan bangsa ini, justru dilupakan seterusnya. Kita harus selalu mengingat perjuangan itu sehingga kita selalu memiliki semangat kebangsaan yang jelas,” ujar Mohammad.

Sementara Bambang Sulistomo mengingatkan, perjuangan bangsa kita harus terus lestari. “Semangat perjuangan pahlawan itulah yang sudah mulai hilang pada generasi muda. Semoga dengan acara itu, penghargaan kepada para pahlawan mulai tumbuh,” kata Bambang.

Ketua PC Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengungkapkan, Ansor sebagai badan otonom NU memiliki kewajiban untuk menginformasikan ke masyarakat jika resolusi Jihad NU wajib atau fardu ‘ain untuk masuk dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad NU yang dilahirkan kiai Jawa-Madura itu wajib diakui sebagai pencetus semangat perlawanan pada masa kemerdekaan. (sumber: http://www.surabayapagi.com)

Tentang majelas

muslim
Pos ini dipublikasikan di Tulisan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s